SIMA

Login Form


TampilkanPassword

Detail Pesantren

PESMA AN NAJAH
29 Mei 2018 15:34:06

Detail data Pesantren


Pengasuh:
Dr. K. H. Mohammad Rooqib, M.Ag.
Website:
www.pesmaannajah.or.id
Alamat:
Jl. Moh. Besar Kutasari Baturraden Purwokerto
Telp.:
02816572472
Tentang pesantren:

Sejarah

Berawal dari santri kalong Forum Kajian Islam Kontekstual yang diselenggarakan oleh pengasuh pada setiap bulan sekali pada tahun 2008 pesantren ini didirikan. Pada tahun 2008 tersebut secara beruntun pengasuh mendapatkan pengalaman keilmuan dan spiritual di antaranya berupa sand wich ke Maroko khususnya untuk menimba tentang manajemen perguruan tinggi. Program ini rencananya akan dilaksanskan di Jerman dan Perancis, karena suatu hal tidak jadi di negara Eropa tersebut. Pada tahun yang sama pengasuh ujian disertasi S-3 kemudian promosi doktor (S-3) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta lalu dilanjutnya ibadah haji. Setelah menunaikan ibadah haji tahun 2009 serta “safari doa dan restu” kepada guru dan kyai, akhirnya setelah restu diperoleh pengasuh dengan mantap dan memohon ridlo Allah SWT., mendirikan Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto.

Pada tanggal 4 Maret 2010 Kementerian Agama mengeluarkan ijin dan legalitas pesantren ini nomor: KD.11.02/5/KPP.00.7/377/2010 dengan Nomor Statistik 51.2.33.02.20.005. Pengasuh yang pernah mengenyam pendidikan pesantren; Hidayatul Ummah Lamongan, Langitan Tuban, Tebuireng Jombang, Lirboyo Kediri, Denanyar Jombang, dan Krapyak Yogyakarta ini telah mendapat pengalaman mengelola dan mengajar di Pesantren Mahasiswa [Aji Mahasiswa al-Muhsin dan Lembaga Kajian Islam Mahasiswa] Krapyak Yogyakarta selama 11 tahun saat bertugas di Purwokerto ia bertekad untuk mencurahkan perhatian terhadap pendidikan agama bagi mahasiswa sebagai kader potensial yang akan mendampingi umat ke depan dengan mendirikan pesantren mahasiswa yang sampai saat itu belum ada di Purwokerto. Setelah Pesma berdiri, perkembangan terus dilakukan dengan melengkapi berbagai keperluan tinggal dan pendidikan santri. Setelah tiga tahun berjalan dengan baik, pengasuh mendirikan Yayasan Pesantren Mahasiswa An Najah, Akta Notaris Hj. Imarotun Noor Hayati, SH. No. 06 tanggal 5 Januari 2013 dan No. 81 tanggal 26 Juni 2013 yang disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI nomor  AHU-4796.AHA.01.04.Tahun 2013 pada tanggal 27 Agustus 2013.Dari tahun ke tahun santri yang mengaji bertambah, dan pada awal tahun ajaran 2015/2016 peserta didik berjumlah 275 santri putra dan putri. Dari jumlah tersebut ada 17 santri putra-putri dari Thailand. Para santri ini dididik oleh dewan pendidik / asatidz 32 orang yang berlatar belakang pendidikan/tradisi pesantren sekaligus perguruan Tinggi dalam dan luar negeri. Jejaring keilmuan pesantren juga terus dikembangakan dengan menghadirkan beberapa pakar dan praktisi di berbagai bidang seperti hukum, ekonomi, tasawuf, kepenulisan, intepreneurship, dan filsafat dalam forum diskusi, seminar, dan halaqah.

Kunjungan keilmuan dan silaturrahim juga sudah datang dari lima (5) benua di antaranya Mrs. Judith Mirjam Edelmann [Australia] yang hadir untuk penelitian Tesis tentang Islam Inklusif, Prof. Dr. An Najjar dari Suwaishy University Mesir [Afrika], yang dua kali memberikan ceramah tentang Islamic Sudies, Prof. Dr. Mark R Woodward dan Dr. Rich Love [Amerika] berdiskusi tentang lintas agama, Dr. Zobel beserta 3 kawannya dari Jerman dan Dr. Jacklin dan anaknya yang di Indonesia atas tugas UNICEF yang berasal dari Perancis [Eropa], serta Prof. Dr. Odha Sense, sastrawan Jepang,  Dr. H. Mohammad Asyraf dari Universitas Malaya Malaysia untuk diskusi dan Dr. H. Abdurrahim dan H. Usman, S.Pd. beserta rombongan dari Thailand [Asia], Rombongan yang terakhir dua kali datang untuk silaturrahim dan menyerahkan santri dari Thailand. Secara fisik juga mengalami perkembangan, saat ini komplek santri ada 7 komplek dan satu pendopo kreatif, tempat berlatih kreatifitas. Untuk latihan Enterpreneurship dan pertanian ada lahan Kebonan, Kebon Kele, dan pekarangan Sumber Situ. Yayasan juga mendirikan Pesantren Pertanian Taman Lestari dan Pesantren An Najah 2 yang kemudian dimandirikan dengan nama Darul Istiqomah.

Visi, Misi dan Tujuan

Visi :Pesantren yang unggul dalam mengantarkan santri sebagai individu dan anggota sosial yang religius, cerdas, inklusif, dan humanis.

Misi : a) Membekali santri untuk berprilaku profetik yaitu jujur, amanah, komunikatif, dancerdas;  b) Mentradisikan berfikir dan bersikap rasional, ilmiah, dan gemar meneliti; dan c) Melatih life skill untuk memperkuat peran sebagai hamba Allah dan pemakmur bumi.

Tujuan: Mempersiapkan dan mengantarkan santri agar memiliki kepribadian profetik (kenabian) yang sehat dan mandiri berdasarkan nilai Islam, inklusif, dan kasih saying terhadap sesama (ramahmatanlil’alamin). Membina santri yang menghayati ajaran Islam, nasionalis, berjiwa cinta kasih, perhatian terhadap orang lain, toleran, dan guyup rukun dalam kebhinekaan. Merintis key person untuk umat dan birokrat masa depan.

SEKILAS PROFIL PENGASUH

Pengasuh Pesantren Mahasiswa (Pesma) An Najah Purwokerto adalah DR. KH. Muhammad Roqib, M.Ag., beserta istri Hj. Nortri Y. Muthmainnah, S.Ag. Muhammad Roqib lahir Pagendingan desa Kanugrahan Maduran Lamongan Jawa Timur. Ia belajar di Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum dan Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Ummah di Lamongan. Di saat naik kelas 2 MTs ini, ayahnya wafat (1983). Tahun 1985-1988 belajar di MAN Denanyar Jombang kemudian meneruskan kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Arab fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1988. Pada saat masuk tahun ke 2 (1989), ibunya wafat. Tahun 1996 ia melanjutkan di Program Pascasarjana (S-2) jurusan Pendidikan Islam dan tahun 1998 meneruskan di program doktor (S-3) pada UIN Sunan Kalijaga dengan disertasi tentang “Filsafat dan Budaya Profetik dalam Pendidikan”. Ia juga menimba ilmu di beberapa pesantren seperti pesantren Pringgoboyo (Lamongan), Langitan (Tuban), Tebuireng dan Denanyar (Jombang), Lirboyo (Kediri), dan Krapyak (Yogyakarta). Selama tinggal 14 tahun di Yogyakarta, ia mengajar juga mengelola pesantren khusus mahasiswa di pesantren Krapyak selama 11 tahun. Pada Januari – Pebruari 2008 ia berkesempatan untuk mengikuti workshop di negara Maroko.

Selain studi di pendidikan formal dan peantren, ia juga belajar bermasyarakat dengan ikut berorganisasi seperti di intra kampus juga di PMII, KODAMA, dan Ansor. Setelah rampung S-1 ia aktif di MUI, LeSPiM (Lembaga Kajian Studi dan Pengembangan Santri dan Masyarakat), dan ketua Lembaga Dakwah PWNU propinsi DIY pada tahun 1997-2002. Kemudian setelah hijrah total ke Purwokerto ia aktif di organisasi sebagai ketua ISNU (Ikatan Sarjana NU) Banyumas, Wakil Ketua dan Wakil Rais PCNU Banyumas, BAZDA Banyumas, MUI Banyumas, dan Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Banyumas.

Mulai tahun 1994, Ia menjadi dosen di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga cabang Purwokerto, sekarang IAIN Purwokerto. Ia pernah menjadi sektretaris P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat), ketua Unit/Pusat Studi Gender, Pembantu Ketua I bidang Akademik selama dua periode di STAIN Purwokerto (2002-2010), Kepala Pusat Penjaminan Mutu, dan menjadi Direktur Program Pascasarjana IAIN Purwokerto. Selain mengajar di S-1 dan S-2 IAIN Purwokerto ia juga mengajar di IAIIG (UNUGA) Cilacap, S-2 UNSIQ Wonosobo, dan S-2 IAINU Kebumen. Pada tahun 2011/ 2012 ia menjadi penilai Buku Ajar di SD – SMA Puskurbuk Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sampai April 2014, ia telah menulis 16 buku yang ditulis sendiri dan bersama kawan. Di antara buku-buku karya tulisnya adalah: Pendidikan Pembebasan (Yogyakarta: Yayasan Aksara Indonesia, 2000), Pendidikan Perempuan (Yogyakarta: STAIN Press & Gama Media, 2003), buku ini pada tahun 2004 dibeli oleh Depag 55 eks dan tahun 2007 dibeli Depdiknas 6000 eks., Menggugat Fungsi Edukasi Masjid, (Yogyakarta: STAIN Press & Grafindo Litera Media, 2005), Harmoni dalam Budaya Jawa : Dimensi Edukasi dan Keadilan Gender, (Yogyakarta: STAIN Press-Pustaka Pelajar 2007), Kepribadian Guru (Yogyakarta: STAIN Press & Grafindo Litera Media, 2009), Ilmu Pendidikan Islam: Upaya Pengembangan Pendidikan Integratif, (Yogyakarta: LKiS, 2009), Prophetic Education: Filsafat dan Budaya Profetik dalam Pendidikan (2009), dan Membumikan Pluralisme (2013). Selain menulis sendiri ia juga menjadi kontributor buku antara lain: Rabingah Cintailah Aku, buku kumpulan Cerpen (STAIN Press & Grafindo Yogyakarta Mei 2007). Menelusuri Amaliayah Wong NU, sebagai koord. Tim Penulis dan menulis kata pengantar (Penerbit PCNU Banyumas & Grafindo Yogyakarta Juli 2007) dan menulis epilog untuk buku The Spirit of Love: Rahasia Bagaimana Cinta Membuat Hidup Lebih Produktif (Obsesi Press & Buku Laela Yogyakarta Pebruari 2008). Artikelnya berjudul Mahar dan Bahasa Cinta dalam Cerpen Evi Idawati dimuat dalam majalah Fadilah: Seni, Sastra dan Budaya Pesantren, edisi VI Nopember 2003 dan cerpen Cinta Sang Pecinta, dimuat di Koran Rakyat pada 1 Juli 2007, dan artikel di beberapa Jurnal Ilmiah.

Pada tahun 2016/2017 jumlah santri 270-an mahasiswa. Selain mengasuh Pesma An Najah ia juga sekarang menjadi Ketua Senat Dosen di IAIN Purwokerto Jl. A.Yani No.40 A Telpon 0281- 635624 Purwokerto 53126.


@kangsupris
© IAIN PURWOKERTO 2018